Rabu, 25 Maret 2009

Bali: identitas kegunaan dan keberadaan.




Berbicara tentang Bali kita pasti akan langsung membayangkan kebudayaan dan keindahan alam yang ada di sana. Salah satu ciri bahwa kebudayaan masih sangat kental yaitu arsitektur di daerah tersebut.

Kebudayaan merupakan hasil hubungan manusia dengan alamnya. Kelahiran dilatar belakangi norma-norma agama dan dolandasi adat kebiasaan setampat. Dalam hubungannya dengan bentuk-bentuk perwujudan arsitektur, latar belakang budaya memberikan corak-corak logika, etika dan estetika yang mengarah ke bentuk-bentuk ruang elemen dan ragam hiasnya. Budu daya manusia yang melahirkan dan menghidupkan kebudayaaan memberikan pula corak-corak identitas arsitektur.

Perkembangan arsitektur saat ini sudah terbilang sangat pesat. Tapi seiring dengan perkembangan tersebut muncul beberapa permasalahan. Teknologi yang membawa nilai-nilai baru sering menimbulkan konflik yang semakin tajam. Kecenderungan untuk terpandang baru merupakan gejala umum di masyarakat tradisionaluntuk sibuk mencari bentuk-bentuk dirinya. Peralatan yang serba mesin merubah fungsi kaki dan bagian-bagian badan lainya, sebagian besar berubah fungsi karena perlengkapan yang serba elektronik. Karena bentuk adah pencerminan fungsi, perubahan fungsi tentunya menimbulkan perubahan bentuk.

Arsitektur sebagai wadah kehidupan berbentur pula dengan berbagai permasalahan yang timbul. Perubahan-perbahan ruang dan waktu adalah permasalan um yang terjadi pada bentuk-bentik perwujudan arsitektur. Kemampuan alam yang terbatas dalam pertemuanya dengan keinginan manusia penghuninya yang tidak terbatas sering menimbulkan permasalahan.

Arsitektur yang merupakan endapan kecenderungan manusiawi pergesern tata nilai dengan permasalahan-permasalahan yang ditimbulkanya. Gambar yang pertama di bagian atas adalah salah satu contoh bangunan yang fungsinya sebagai gereja tapi ketika dilihat sepintas akan terlihat seperti pura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar